Sabtu, 14 Juli 2018

Penjelasan 10 Konsep Dasar Geografi

Konsep Dasar Geografi ~ Seperti halnya definisi geografi, konsep dasar yang menggambarkan struktur ilmu geografi juga bervariasi. Untuk kepentingan pembelajaran geografi di sekolah, dalam Seminar dan Lokakarya di IKIP Semarang tahun 1989 dan 1890 diusulkan 10 konsep dasar geografi, yaitu konsep lokasi, jarak, keterjangkauan, pola, morfologi, aglomerasi, keterkaitan, keruangan, defernsiasi areal, interaksi/interdependensi, dan kegunaan. | Catatan Siswa

Konsep Geografi, Penjelasan Konsep Geografi, Konsep Dasar Geografi, 10 Konsep Geografi, Pengertian Geografi
Penjelasan 10 Konsep Dasar Geografi | www.catatansiswa.com

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi merupakan ciri khusus ilmu geografi sejak awal pertumbuhannya. Dalam kajian geografi ada dua macam lokasi, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut menunjukkan letak suatu tempat/wilayah dipermukaan bumi yang secara eksak dapat dipastikan dan tidak berubah. Letak ini ditunjukkan oleh letak lintang dan bujur (letak astronomis).

Letak relatif merupakan letak suatu tempat/wilayah dikaitkan dengan wilayah yang lain. Letak relatif ini memiliki arti yang cukup penting dalam pengembangan wilayah dan perencanaan pembangunan baik untuk kepentingan politik, pertahanan, maupun ekonomi.

BACA JUGA:
1. Pengertian Geografi
2. Prinsip-prinsip Geografi

2. Konsep Jarak

Suharyono dan Amien (1994) menjelaskan bahwa jarak sebagai konsep geografi mempunyai arti penting bagi kehidupan sosial dan ekonomi. Jarak berkaitan erat dengan arti lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan atau keperluan pokok kehidupan (air, tanah subur, pelayanan), pengangkutan barang dan penumpang.

Karena itu jarak tidak hanya dinyatakan dengan ukuran jarak secara lurus di udara yang mudah diukur di peta, tetapi dapat pula dinyatakan sebagai jarak tempuh baik yang dikaitkan dengan waktu perjalanan yang diperlukan maupun satuan biaya angkutan.


3. Konsep Keterjangkauan

Keterjangkauan memiliki arti penting peranannya dalam perkembangan suatu wilayah. Keterjangkauan tidak selalu identik dengan jarak. Konsep keterjangkauan (accessibility) tidak selalu berkait dengan jarak, tetapi lebih berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau komunikasi yang dapat dipakai.

Bintarto (1979) menyatakan bahwa aksesibilitas menunjuk adanya kemudahan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu wilayah yang erat sangkut pautnya dengan jarak.

4. Konsep Pola


Pola menggambarkan bentuk persebaran fenomena yang ada pada ruang di permukaan bumi, baik yang bersifat alamiah maupun hasil karya manusia. Fenomene yang berkaitan dengan fisik permukaan bumi antara lain berupa pola aliran sungai, persebaran gunung api, curah hujan, sedangkan yang terkait dengan hasilkarya manusia antara lain pola persebaran penduduk, penggunaan lahan, kawasan industri. 

5. Konsep Morfologi

Morfologi atau bentuk muka bumi memiliki peranan penting dalam mewarnai fenomena geografi di suatu tempat. Morfologi di suatu wilayah, antara lain akan berpengaruh terhadap pola persebaran penduduk, aktivitas penduduk penduduk dalam pengelolaan lahan, dan lain-lain. Penduduk yang tinggal di dataran rendah di Indonesia, sebagian besar memanfaatkan lahan untuk persawahan.

Hal ini sesuai dengan karakteristik wilayahnya, yaitu kesesuaian iklim dan kemudahan untuk melakukan irigasi. Sementara penduduk yang tinggal di daerah pegunungan akan mengelola lahannya sebagai tanah tegalan yang menghasilkan palawija, sayuran, maupun tanaman perkebunan. 
6. Konsep Aglomerasi

Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu fenomena tertentu pada suatu wilayah. Hal ini didorong oleh adanya faktor-faktor yang menguntungkan dari adanya pengelompokan tersebut. Pengelompokan industri di suatu kawasan akan lebih menguntungkan daripada tersebar di berbagai tempat. Adanya aglomerasi industri dalam sebuah kawasan industri antara lain akan memudahkan penyediaan infrastruktu dan pengelolaan limbah yang dihasilkan.

7. Konsep Nilai Kegunaan

Nilai kegunaan berkaitan dengan manfaat fenomena atau sumber daya alam tertentu. Jenis sumber daya alam yang sama tidak selalu memberikan manfaat yang sama bagi penduduknya. Aliran sungai yang deras di suatu wilayah baru dapat dimanfaatkan untuk irigasi atau perikanan, sementara di wilayah lain yang lebih maju, aliran tersebut disamping untuk keperluan yang sama dapat pula digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air. 

8. Konsep Interaksi/Interdependensi

Tidak ada satu wilayah di permukaan bumi ini yang bisa memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Itulah sebabnya maka diperlukan interaksi bahkan interdependensi. Antara desa dan kota selalu terjadi interaksi. Desa menghasilkan bahan pangan, kota menghasilkan produk industri. Keduanya saling membutuhkan bahkan ada saling ketergantungan.

Penduduk yang bermatapencaharian sebagai nelayan yang tinggal di daerah pantai menggantungkan bahan makanan pokok seperti beras atau jagung, maupun sayuran yang dihasilkan oleh petani di daerah pedalaman. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan ikan, petani memperolehnya dari ikan yang ditangkap oleh nelayan yang tinggal di daerah pantai.

9. Konsep Diferensisi Areal

Setiap wilayah memiki kharakteristik yang mebedakannya dengan wilayah yang lain. Karakteristik ini bisa berupa fisik, sosial budaya, maupun karakteristik sebagai hasil interaksi antara unsur alam dan manusia dalam suatu wilayah. Secara fisik, terdapat perbedaan-perbedaan seperti jenis iklim, jenis tanah, jenis batuan, keadaan hidrologi, potensi bahan tambang, atau sumberdaaya alam yang lain.

Adanya perbedaan sumberdaya alam yang dimiliki akan menimbulkan perbedaan aktivitas penduduk dan jenis kebutuhan hidup yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Inilah maka, adanya diferensisi areal akan mendorong terjadinya interaksi antar wilayah.

10. Konsep Keterkaitan Keruangan

Dalam suatu ruang tertentu terdapat keterkaitan antara satu fenomena dengan fenomena yang lain. Keterkaitan tersebut bisa berupa fenomene yang bersifat alami atau sosial budaya. Keterkaitan antara fenomena alami, misalnya anatara ketinggian suatu tempat, suhu, dan jenis tumbuhan yang ada di suatu wilayah tertentu. 

Demikianlah ke-10 Konsep Geografi yang mencakup konsep lokasi, jarak, keterjangkauan, pola, morfologi, aglomerasi, keterkaitan, keruangan, defernsiasi areal, interaksi/interdependensi, dan kegunaan. Semoga apa yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat dan berguna bagi teman-teman sekalian. Terima kasih...

Penjelasan 10 Konsep Dasar Geografi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar