Sabtu, 30 Juni 2018

3 Teori Terjadinya Alam Semesta

Teori Alam Semesta ~ Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kelebihan yang diberikan pada manusia adalah intelek. Dengan pemikiran manusia bisa berpikir sehingga muncul ilmu pengetahuan baru tentang pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia.

Meski demikian sains yang dihasilkan manusia memiliki keterbatasan, yaitu kebenaran sains menghasilkan manusia tentatif dan sementara. Artinya jika suatu hari menemukan ilmu baru dengan bukti kuat, maka sains lama sudah tidak berlaku lagi.

Adanya keterbatasan ini mengharuskan manusia untuk terus berpikir dan berpikir, sehingga teori baru terlahir yang menjelaskan atau melengkapi teori-teori sebelumnya. Studi tentang alam, evolusi dan asal mula alam semesta disebut kosmologi. Beberapa teori yang menjelaskan proses pembentukan alam semesta meliputi teori big bang, teori keadaan tetap, dan teori osilasi. | Catatan Siswa

Alam Semesta, Asal Usul Alam Semesta, Teori Alam Semesta, Keajaiban Alam Semesta.
3 Teori Terjadinya Alam Semesta | www.catatansiswa.com

1. Teori Big Bang

Teori big bang diajukan oleh ilmuwan Belgia Abbè Georges Lemaitre pada tahun 1927. Menurut teori Big Bang, alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan yang kuat dan meluas.

Semua galaksi di alam semesta akan berkembang dan menjauh dari pusat ledakan. Dalam model big bang, alam semesta berasal dari ledakan satu konsentrasi material miliaran tahun yang lalu yang terus berkembang sehingga seiring waktu menjadi semakin dingin seperti sekarang.

Tentang teori big bang, banyak orang yang bertanya di mana ledakan besar (big bang) itu terjadi? Pertanyaan ini muncul karena jika terjadi ledakan, susunan big bang adalah keseluruhan alam semesta. Ledakan itu tidak membuang bahan ke dalam ruangan. Ruang mengembang dengan waktu tertentu dan membentuk alam semesta.

Pemahaman tentang teori ledakan besar ini dapat dianalisis dengan perluasan permukaan balon mainan yang tertiup angin. Saat di balon mainan tersebut diberi beberapa titik yang menggambarkan galaksi, lalu balonnya ditiup, maka kamu akan mengamati lokasi titik tersebut menjauh dan melebar.

Menjauh dan melebarnya titik tersebut menandakan bahwa tidak terdapat pusat dari titik-titik tersebut. Hal itu juga sama pada suatu galaksi yang tidak memiliki bagian pusat di alam semesta. Kamu juga bisa mengamati bahwa permukaan balon tidak memiliki tepi. Ini juga menjelaskan bahwa alam semesta juga tidak memiliki tepi. 

2. Teori keadaan Tetap

Meskipun teori big bang adalah salah satu teori yang paling mungkin dalam menjelaskan pembentukan alam semesta, namun teori keadaan tetap lainnya juga muncul. Teori ini diajukan oleh para ilmuwan dari Universitas Cambridge pada tahun 1948, yaitu H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle.

Menurut teori keadaan tetap, alam semesta tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir. Alam semesta selalu tetap seperti sekarang. Materi selalu senantiasa datang dalam bentuk atom hidrogen di angkasa yang membentuk galaksi baru dan menggantikan galaksi lama yang bergerak menjauh dari kita dalam perluasannya.

3. Teori Osilasi

Teori osilasi mirip dengan teori keadaan tetap. Menurut teori osilasi, alam semesta tidak memiliki awal dan akhir. Menurut teori osilasi, sekarang alam semesta tidak konstan, namun mengembang dimulai dengan big bang (big bang). Alam semesta mungkin telah dimulai dalam ledakan besar atau mungkin dalam keadaan berosilasi.

Demikianlah ke-3 Toeri Terjadinya Alam Semesta, semoga pemaparan di atas bisa menjawab keingintahuan teman-teman tentang peristiwa terjadinya alam semesta ini. Terima kasih sudah berkenan berkunjung dan membaca.

3 Teori Terjadinya Alam Semesta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar