Kamis, 29 Maret 2018

7 Bukti Penting Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara ~ Bukti keberadaan Kerajaan Taruma dikenal dengan tujuh prasasti batu ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu lagi di Lebak Banten. Dari prasasti ini diketahui bahwa kerajaan tersebut dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan dia memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman berada di sekitar sungai Gomati (daerah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara merupakan kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Berikut adalah beberapa peninggalan sejarah kerajaan Tarumanegara. Semoga bermanfaat. | Catatan Siswa

Kerajaan Tarumanegara, Sejarah Kerajaan Tarumanegara, Letak Kerajaan Tarumanegara, Bukti Sejarah Kerajaan Tarumanegara, Lokasi Kerajaan Tarumanegara, Raja-raja Kerajaan Tarumanegara, Kehidupan Politik Kerajaan Tarumanegara,
7 Bukti Penting Sejarah Kerajaan Tarumanegara | www.catatansiswa.com

Prasasti Kopi Kebon

Prasasti kopi Kebon, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor. Prasasti Kebon kopi I terletak di Desa Muara yang berada di Desa Ciaruteun Ilir. Di permukaan batu itu tertulis berupa sepasang kaki gajah yang mengapit garis dengan huruf pallawa dan bahasa yang digunakan dalam bahasa Sanskerta. Selain prasasti Kebon Kopi I Kerajaan Tarumanegara juga meninggalkan warisan berupa tulisan Kebon Kopi II namun prasasti ini telah hilang dicuri pada tahun 1940an. Menurut ahli F.D.K Bosch yang telah mempelajari prasasti ini, tulisan kebon kopi II ditulis dalam bahasa Melayu kuno yang menyatakan "Raja Sunda mengundurkan diri dari takhtanya".
Prasasti Tugu

Selain Prasasti Kebon Kopi, terdapat juga Prasasti Tugu yang menjadi sumber atau bukti sejarah peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Ditemukan di Desa Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Prasasti Tugu  menjelaskan penggalian Sungai Candrabaga dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12 km oleh Purnawarman pada tahun ke 22 pemerintahannya. Para ahli berpendapat bahwa penggalian Sungai tersebut dimaksudkan agar Kerajaan Tarumanegara terhidar dari bencana banjir dan kekeringan yang sering melanda Kerajaan Tarumanegara. Ada juga yang berpendapat bahwa penggalian tersebut ditujukkan sebagai saluran irigasi untuk pertanian. Dari fakta tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan yang cukup maju.

Prasasti Cidanghiyang

Prasasti yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Tarumanagara adalah Prasasti Cidanghiyang. Prasasti Cidanghiyang atau yang biasa disebut dengan Prasasti ditemukan di Sungai Cidanghiyang tepatnya di desa Lebak, kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten. Prasasti cidanghiyang pertama kali dilaporkan ke layanan kuno pada tahun 1947 oleh Toebagus Roesjan, namun prasasti ini hanya dipelajari pada tahun 1954. Prasasti cidanghi yang memiliki beberapa baris puisi ditulis dalam huruf Pallawa yang dibuat dalam bahasa Sanskerta, puisinya berisi pujian dan pemuliaan terhadap Raja Raja Tarumanegara saat itu yaitu Raja Purnawarman. Lokasi Prasasti Cidanghiyang yang berada di tepian sungai Cidanghiyang di desa Lebak, Kecamatan Munjul.

Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor

Prasasti Ciaruteun adalah prasasti Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun tidak jauh dari Sungai Cisadane. Prasasti ciaruteun terletak di desa Ciaruteun Ilir di kecamatan cibungbulang, kabupaten bogor. Berdasarkan isi prasasti ini kita dapat menyimpulkan bahwa prasasti ini dibuat pada masa pemerintahan raja Purnawarman yang saat itu memerintah di Kerajaan Tarumanegara. Saat kita melihat isi prasasti kita bisa tahu bahwa Raja Purnawarman ingin menunjukkan kepada bangsanya bahwa ia adalah raja yang sangat pemberani di dunia. Hal ini ditandai dengan cap sepasang sol seperti Lord Vishnu.

Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor

Prasasti Muara Cianten adalah peninggalan prasasti Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864. Prasasti ini pertama kali ditemukan di pasir sawah Muara yang terletak di tepian sungai Cisadane dengan lokasi yang berdekatan dengan Muara Cianten. Prasati muara cianten sebelumnya dikenal dengan prasasti pasir Muara karena lokasinya di Kampung Pasir Muara. Prasasti ini berisi pesan bahwa pada tahun 854 Masehi pemerintah negara telah dipulihkan di kerajaan Sunda.

Prasasti Jambu Biji, Nanggung, Bogor

Warisan selanjutnya dari Kerajaan Tarumanegara adalah Prasasti Jambu Biji atau sering disebut pasir churn. Prasasti jambu ini ditemukan di lokasi perkebunan jambu mete. Prasasti Jambu Berlokasi di Pasir Sikolengkak yaitu di Kampung Pasir Gintung, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung. Kabupaten Bogor.

Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor

Prasasti terakhir Kerajaan Tarumanegara adalah Pasir Awi. Prasasti ini pertama kali ditemukan pada tahun 1864 oleh N.W. Hoepermans. Prasasti ini terletak di lereng selatan bukit pasir Awi dengan ketinggian sekitar 559 mdpl, yaitu di hutan perbukitan cipamingkis.

Demikianlah penjelasan dari masing-masing peninggalan sejarah bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara, semoga apa yang dijelaskan di atas bisa menjadi informasi sejarah yang bermanfaat dan berguna bagi sobat pembaca sekalian. Sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya. 

7 Bukti Penting Sejarah Kerajaan Tarumanegara Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar