Sabtu, 17 Februari 2018

5 Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia

Masuknya Hindu Buddha ke Indonesia | Sampai sekarang masuknya agama Hindu-Budha di Indonesia masih diperdebatkan oleh para ahli. Pedapat yang diajukan oleh beberapa ahli adalah teori sementara yang masih membutuhkan bukti. Teori-teori ini sangat berguna dalam memberikan wawasan tentang masuk dan berkembangnya agama dan budaya Hindu-Budha di Indonesia. Teori apa yang dipicu oleh para ahli? Nah berikut ini adalah penjelasan dari teori-toeri tentang masuknya agama Hindu Buddha ke Indonesia. | Catatan Siswa

Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia, Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia, Teori Sudra, Teori Waisya, Teori Kesatria, Teori Brahmana, Teori Arus Terbalik, Kelemahan Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia.
5 Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia | www.catatansiswa.com

1. Teori Sudra

Beberapa ahli sepakat pada teori Sudra, salah satunya adalah Von Van Feber. Inti dari teori ini adalah kedatangan Hinduisme di Indonesia yang dibawa oleh kasta India sudra. Von Van Feber mengungkapkan pendapat berikut mengenai teori ini.
  • Kelas kasta sudra (pekerja kasar) menginginkan kehidupan yang lebih baik. Karena mereka adalah budak di India, mereka pergi ke daerah lain, termasuk Indonesia.
  • Kasta sudra sering dianggap orang buangan. Karena itu, mereka meninggalkan daerah tersebut untuk pergi ke daerah lain, bahkan keluar dari India sampai seseorang tiba di Indonesia untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dan lebih dihargai.

Teori ini menimbulkan kontroversi karena Sudra dianggap tidak layak untuk menyebarkan agama Hindu. Mereka adalah kelompok yang lebih rendah, budak, dan memiliki tingkat terendah. Karena itu, dalam urusan agama, sudra tidak bisa menyebarkan agama Hindu. Penolakan lain dari para ahli teori sudra adalah sebagai berikut:
  • Kelompok sudra tidak menguasai ajaran Hinduisme karena mereka tidak menguasai bahasa Sanskerta yang digunakan dalam kitab suci Veda.
  • Jika tujuan utama dari sudra meninggalkan India untuk kehidupan dan posisi yang lebih baik, maka mereka meninggalkan India untuk mewujudkan tujuan tersebut, bukan untuk menyebarkan agama.


2. Teori Waisya

Teori Waisya diangkat oleh N.J. Chrome. Menurutnya Hinduisme-Buddhisme datang ke Indonesia yang dibawa oleh waisya (pedagang) yang datang dengan tujuan berdagang. Pedagang India kemudian menetap di Indonesia dan menikahi penduduk setempat. Menurut NJ Krom, ada dua kemungkinan agama Hindu yang disebarkan oleh waisya.
  • Pedagang India berdagang dan akhirnya tiba di Indonesia untuk berdagang. Melalui interaksi perdagangan, Hinduisme menyebar ke masyarakat Indonesia.
  • Pedagang asal India yang berhenti di Indonesia lebih jauh menyiapkan pemukiman sambil menunggu arah angin baik musim ini untuk membawa mereka kembali ke India. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat setempat dan menyebarkan agama tersebut ke masyarakat lokal.

Melalui interaksi dengan penduduk setempat, para pedagang berhasil mengenalkan agama Hindu-Budha. Dengan demikian, para pedagang memiliki peran penting dalam penyebaran agama dan budaya Hindu-Budha di Indonesia.

Faktor yang meperkuat teori NJ Krom adalah sebagai berikut:
  • Teori Waisya mudah diterima oleh akal karena dalam kehidupan, faktor ekonomi menjadi sangat penting dan perdagangan merupakan salah satu kegiatan berekonmi. Aktivitas perdagangan dianggap memudahkan pedagang asing untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai daerah.
  • Ada Kampung Keling, sebuah desa pedagang India di Indonesia. Kampung Keling terletak di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jepara, Medan, Aceh dan Malaka.

Meski teori waisya memiliki sejumlah kekuatan, teori ini juga memiliki kelemahan sebagai berikut:
  • Anda waisya tidak menguasai naskah Sanskerta dan Pallawa. Bahasa dan karakternya hanya brahmana.
  • Sebagian besar kerajaan Hindu-Budha terletak di pedalaman, jadi jika pengaruh Hindu-Budha dibawa oleh pedagang, tentu saja kerajaan-kerajaan tersebut berada di daerah pesisir.
  • Motif kelompok waisya datang ke Indonesia hanya untuk berdagang, bukan untuk menyebarkan agama Hindu-Budha. Oleh karena itu, hubungan yang terbentuk antara penduduk, raja, dan pedagang hanya berputar di seputar aktivitas perdagangan daripada penyebaran agama.
  • Meski ada desa pedagang India di Indonesia, posisinya tidak berbeda dengan orang awam di tempat itu.

3. Teori Kesatria

Kesatria ini menyatakan bahwa agama Hindu-Budha dibawa oleh pejuang (prajurit). Teori ini dipicu oleh para ahli berikut ini.

Menurut FDK Bosch, ada tiga faktor yang menyebabkan ksatria menjadi pembawa agama Hindu-Budha di Indonesia. Pertama, raja, bangsawan, dan ksatria dari India yang kalah kehilangan wilayahnya ke daerah lain termasuk Indonesia. Mereka mencoba menaklukkan daerah baru dan membentuk pemerintahan baru. Dari penaklukan ini mulai diperkenalkan agama Hindu-Budha. Kedua, gejolak politik di India membuat para ksatria melarikan diri ke Indonesia. Mereka kemudian membentuk dan mendirikan koloni dan menyebarkan agama Hindu-Budha. Ketiga, raja dan bangsawan India sengaja datang ke Indonesia untuk menyerang dan menaklukkan suku-suku di Indonesia. Setelah mereka berhasil mereka mendirikan kerajaan dan mulai menyebarkan ajaran agama Hindu-Budha. Pendapat FDK Bosch didukung oleh sejarawan lain seperti CC Berg, Mookerji, dan JL Moens.

Meski teori kesatria punya kekuatan, teori ini juga memiliki kelemahan, diantaranya:
  • Para ksatria tidak menguasai huruf Sanskerta dan Pallawa dalam Veda.
  • Jika Indonesia pernah menjadi wilayah yang dikuasai kerajaan India, pasti ada bukti prasasti yang menggambarkan penaklukan tersebut. Namun, baik di India maupun di Indonesia tidak ditemukan tulisan semacam itu.
  • Mustahil bisa lolos ksatria asal India untuk mendapatkan posisi awal sebagai raja di wilayah lain. Di Indonesia pada waktu itu seseorang yang bisa menjadi pemimpin suatu daerah harus memenuhi syarat untuk memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari yang lain.

4. Teori Brahmana

Teori Brahmna dikemukakan oleh Van Leur. Dia berpendapat bahwa Hinduisme memasuki Indonesia di bawah brahmana (pendeta) karena hanya para brahmana yang berhak mempelajari dan memahami isi kitab suci Weda. Kedatangan brahmana tersebut diduga karena adanya undangan dari penguasa daerah di Indonesia yang tertarik dengan agama Hindu atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia.

Saat menobatkan seorang raja, Van Leur, menyatakan bahwa brahmana harus membawa Weda ke Indonesia. Sebelum kembali ke India, tak jarang para brahmana meninggal sebagai Weda sebagai anugerah raja. Buku tersebut kemudian dipelajari oleh raja dan digunakan untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia.

Kelemahan teori brahmana adalah sebagai berikut:
  • Belajar bahasa Sanskerta sangat sulit. Jadi tidak mungkin bagi raja-raja di Indonesia yang telah membawa kitab Veda dari brahmana untuk mengetahui isinya, bahkan menyebarkan agama kepada orang lain.
  • Menurut ajaran Hindu kuno, seorang brahmana dilarang menyeberang laut apalagi meninggalkan tanah airnya. Jika dia melakukan tindakan seperti itu, dia akan kehilangan hak atas kastanya. Dengan demikian, membawa para brahmana ke Indonesia bukanlah tindakan alami.

5. Teori Arus Terbalik

Teori arus terbalik diajukan oleh FDK Bosch sebagai sanggahan teori waisya dan ksatria. Bosch menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia memiliki peran tersendiri dalam penyebaran dan perkembangan Buddhisme Hindu. Penyebaran agama Hindu di Indonesia dilakukan oleh orang-orang terpelajar. Karena interaksi dengan orang India, banyak orang Indonesia tertarik untuk mempelajari Buddhisme Hindu. Penduduk Indonesia kemudian dipelajari dan dididik oleh orang India di tempat belajar yang disebut kerbau. Mereka ingin belajar bahasa Sanskerta, kitab suci Veda, literatur, dan budaya penulisan. Orang Indonesia sangat tertarik pada agama Hindu dan agama Hindu di India. Setelah belajar di India, mereka kembali ke Indonesia dan mengembangkan agama, dan budaya Buddhisme Hindu.


Demikian penjelasan mengenai Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia. Semoga dari catatan di atas, kita dapat lebih paham dan mengerti tentang awal masuknya agama Hindu Buddha ke Indonesia. Jika ada suatu kesalahan atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan saja tulis di kolom komentar di bawah. Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca.

5 Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar