Minggu, 18 Februari 2018

Sejarah Lengkap Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok pada 1222 Masehi. Lokasi kerajaan ini diperkirakan berada di Malang, Jawa Timur. Kerajaan Singasari adalah seribu kota di Tumapel. Awalnya Tumapel hanya merupakan kabupaten wialyah yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Tumapel dipimpin oleh seorang bupati bernama Ken Arok. Setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Kertajaya dalam pertarungan Desa Ganter , Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari.

Keberadaan Kerajaan Singasari dibuktikan melalui candi-candi yang ada di Singasari sampai Malang, Jawa Timur. Selain itu, keberadaan Kerajaan Singasari digambarkan dalam buku Negarakertagama dan Pararaton. Buku Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca menjelaskan silsilah antara raja Singasari dan Majapahit, sedangkan buku Pararaton menceritakan tentang Ken Arok sebagai pendiri kerajaan Singasari. | Catatan Siswa

Kerajaan Singasari, Sejarah Kerajaan Singasari, Berdirinya Kerajaan Singasari, Runtuhnya Kerajaan Singasari, Masa Kejayaan Kerajaan Singasari, Raja-raja Kerajaan Singasari, Sumber Sejarah Kerajaan Singasari, Peninggalan Kerajaan Singasari, Lokasi Kerajaan Singasari, Wilayah Kekuasaa Kerajaan Singasari, Kehidupan Politik Kerajaan Singasari, Keadaan Agama Kerajaan Singasari.
Sejarah Lengkap Kerajaan Singasari | www.catatansiswa.com

1. Kondisi Geografis

Kerajaan Singasari teletak di pegunungan subur Malang, Jawa Timur. Daerah ini dikelilingi oleh beberapa gunung, termasuk Gunung Arjuno, Welireng, Bromo, Semeru, Kawi dan Kelud. Keberadaan pegunungan ini membuat daerah Malang sejuk dan nyaman untuk pemukiman. Kondisi tanah di wilayah ini sangat subur untuk pertanian dan perkebunan karena mengandung bahan vulkanik dari gunung berapi di sekitarnya. Selain itu, keberadaan Sungai Brantas yang berawal di Gunung Arjuno membawa berkah bagi Malang. Daerah aliran sungai Brantas di Malang dapat digunakan untuk irigasi pertanian dan sawah. Kondisi geografi dan potensi daerah Malang sangat cocok sebagai pusat kekuatan Kerajaan Singasari.

2. Kehidupan Politik

Kehidupan politik di awal Kerajaan Singasari diwarnai intrik istana yang erat kaitannya dengan pembunuhan anggota kerajaan. Secara berturut-turut, penguasa Singasari adalah Ken Arok, Anusapati, Ranggawuni dan Kertanegara.

Kertanegara berhasil membawa Singasari ke puncaknya. Ia naik tahta pada 1268 dengan gelar Maharajadiraja Sri Kertanegara. Raja Kertanegara memiliki sifat kepemimpinan dan ketepatan dalam memimpin kerajaannya. Dalam menjalankan pemerintahannya, Kertanegara dibantu oleh tiga orang mahamentri yaitu Rakryan i Hino, Rakryan i Sirikan, dan Rakryan i Hulu. Di bawah tiga mahamentri ada juga tiga pejabat, yaitu Rakryan Apatih, Rakryan Demung, dan Rkryan Kanuruhan. Semenetara itu, di bidang agama, pejabat yang ditunjuk disebut Dharmadhyaksa Ring Kasogatan untuk urusan Budha dan Dharmadyaksa Ring Kasaiwan untuk agama Hindu Siwa.

Untuk mengatasi masalah dalam negeri, Kertanegara membuat beberapa kebijakan, di antaranya dia mengganti atau memindahkan pejabat yang menentang kebijakan raja dan dianggap tidak setia kepadanya, seperti Patagan Raganatha yang digantikan oleh Aragani. Demikian pula Arya Wiararaja dipindahkan ke Sumenep, Madura. Selain itu, Kertanegara menghargai dan menghormati lawan politiknya. Dia mengangkat Jayakatwang sebagai Adipati Kediri.

Kertanegara mencoba memperluas Kerajaan Singasari ke luar Jawa dengan gagasan Cakrawala Mandala. Pada 1275 Kertanegara mengirim pasukan ke Sumatera yang dikenal sebagai Ekspedisi Pamalayu. Dia ingin menaklukkan Melayu untuk menghadapi rencana ekspansi Kaisar Kubilai Khan dari Mongol, China. Selain menguasai Melayu, Singasari menaklukkan Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura (Kalimantan Barat) dan Gurun (Maluku). Kertanegara juga menjalin hubungan perjanjian dengan Raja Campa dengan tujuan untuk menolak kedatangan pasukan Mongol di Jawa.

Kertanegara memusuhi bangsa Mongol karena menolak tunduk pada kaisar Mongol. Bahkan, Kertanegara mencederai utusan Kubilai Khan bernama Meng Ki. Kejadian ini menyebabkan Kubilai Khan marah dan mengirim pasukan untuk menaklukkan Singasari. Namun, sebelum bangsa Mongol datang ke Jawa, kerajaan Singasari telah dihancurkan oleh serangan tentara Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang. Dalam serangan ini pasukan Kediri berhasil membunuh Kertanegara dan pejabat pemerintahannya. Dengan meninggalnya Kertanegara, sejarah Kerajaan Singasari berakhir.

3. Kehidupan Ekonomi

Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu-Budha bercorak agraris karena terletak di wialyah pedalaman Malang, Jawa Timur. Sektor ekonomi kerajaan Singasari berfokus pada pertanian. Namun, dengan kehadiran Sungai Brantas, sektor pelayaran dan perdagangan juga berkembang pesat. Singasari mengendalikan pusat perdagangan di sepanjang Sungai Brantas. Selain itu, Singasari memiliki pelabuhan dagang di Pasuruan. Melalui pelabuhan ini pedagang Singasari melakukan kontak dengan pedagang asing.

Pada masa pemerintahan Kertanegara, sektor perdagangan dan pengiriman Singasari berkembang pesat. Saat itu Singasari berhasil menguasai jalur perdagangan dari Selat Malaka di bagian barat sampai Kepulauan Maluku di timur. Komoditas yang diperdagangkan meliputi beras, emas, kayu cendana, dan rempah-rempah.

4. Kehidupan Agama

Pada masa pemerintahan Kertanegara ada upaya untuk mempersatukan para Buddha Mahayana dan Hindu Siwa ke dalam Tantrayana. Agama ini dipimpin oleh seorang imam bernama Dharmadyaksa. Tantrayana menjadi agama resmi negara. Kondisi ini terlihat dari kegiatan Kertanegara dan pejabat pengadilan yang kerap mengadakan upacara Tantrayana. Agama Tantra adalah pengembangan lanjutan Buddha Mahayana.

5. Kehidupan Sosial dan Budaya

Kondisi kehidupan sosial masyarakat Singasari selalu berubah tergantung pada kebijakan raja dan kondisi politik yang terjadi di kerajaan. Saat Ken Arok memimpin Singasari, kehidupan sosial masyarakat dijamin. Ken Arok berusaha memperbaiki kehidupan bangsanya. Setelah Ken Arok meninggal, kondisi masyarakat terguncang oleh konflik antar anggota keluarga kerajaan. Pada masa pemerintahan Anusapati, kehidupan sosial masyarakat Singasari kurang mendapat perhatian karena ia larut oleh hobinya dalam sabung ayam. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Kertanegara, kehidupan sosial masyarakat Singasari akan berlangsung teratur. Kertanegaa berusaha menjaga stabilitas politik dan keamanan domestik Singasari sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Di bidang budaya, Singasari sudah ahli membuat candi dan arca. Candi yang dibuat pada masa Singasari adalah Candi Kidal, Jago, dan Singasari. Sementara karya patung termasuk patung Ken Dedes sebagai perwujudan Dewi Prajnaparamita (simbol kesempurnaan pengetahuan) dan patung Joko Dolok sebagai perwujudan Kertanegara.

Demikianlah pemaparan tentang sejarah lengkap Kerajaan Singasari, semoga apa yang dijelaskan di atas dapat mudah dipahami oleh teman-teman sekalian. Dari apa yang telah dibahas sebelumnya, sebenarnya kerajaan-kerajaan yang berkuasa di Jawa saling menggantikan satu sama lain; Kerajaan Mataram Kuno, digantikan oleh Kerajaan Medang Kamulan, kemudian digantikan oleh Kediri, kemudian digantikan oleh Singasari. Nah, keturunan Ken Arok (Raja pertama Singasari) nantinya akan menjadi raja besar di Majapahit. Semoga apa yang dijelaskan di atas bermanfaat. Terima kasih..

Sejarah Lengkap Kerajaan Singasari Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar