Rabu, 21 Februari 2018

Sejarah Lengkap Kerajaan Samudera Pasai

Kerejaan Samudera Pasai merupakan penerus Kerajaan Perlak di Sumatera. Menurut laporan Marco Polo, pada abad XIII Kerajaan Samudera Pasai telah berkembang menjadi pusat agama Islam di wilayah Sumatera bagian Utara. | Catatan Siswa

Kerajaan Samudera Pasai, Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai, Lokasi Kerajaan Samudera Pasai, Wilayah Kerajaan Samudera Pasai, Masa Kejayaan Kerajaan Samudera Pasai, Runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai, Raja-raja Kerajaan Samudera Pasai, Keadaan Politik Kerajaan Samudera Pasai, Agama Kerajaan Samudera Pasai, Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai, Bukti Sejarah Kerajaan Samudera Pasai.
Sejarah Lengkap Kerajaan Samudera Pasai | www.catatansiswa.com

1. Kondisi Geografis

Tuhan Yang Maha Esa telah menganugrahi rakyat Kerajaan Samudera Pasai dengan letak wilayah yang sangat strategis. Kerajaan Samudera Pasai terletak di tepi Selat Malaka yang merupakan jalur lalu lintas perdagangan dunia. Oleh karena itu, Kerajaan Samudera Pasai dapat berkembang sebagai kerajaan maritim. Kondisi tanah Kerajaan Samudera Pasai relatif subur. Kerajaan ini diapit oleh dua sungai besar, yaitu sungai Peusangan dan Sungai Pasai. Kedua sungai ini berhulu di daratan Tinggi Gayo. Sedimen lumpur yang diendapkan oleh sungai Peusangan dan sungai Pasai saat banjir telah memberikan kesuburan pada tanah di sekitarnya. Tanah tersebut cocok digunakan sebagai areal pertanian dan perkebunan.
2. Kehidupan Politik

Kerejaan Samudera Pasai didirikan oleh Marah Silu yang berasal dari Persia. Marah Silu bergelar Sultan Malik As-Saleh dan memerintah Samudera Pasai pada tahun 1285-1297. Ia berusaha mengembangkan Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dan agama Islam di Sumatera bagian utara. Pada masa pemerintahan Sultan Malik As-Saleh, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan maritim yang kuat di Selat Malaka. Sultan Malik As-Saleh menjalin hubungan diplomatis dengan Kerajaan Perlak. Ia juga menikahkan putri Raja Perlak yang bernama Putri Ganggang Sari. Setelah Sultan Malik As-Saleh wafat, Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Malik Al-Zahir.

Sultan Malik Al-Zahir memerintah Kerajaan Samudera Pasai pada tahun 1297-1326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak dan Kerajaan Samudera Pasai disatukan. Selain itu, koin emas mulai dikenakan di Pasai. Sultan Malik Al-Zahir juga menempatkan orang Persia sebagai pejabat istana. Sepeninggal Sultan Malik Al-Zahir, kepemimpinan di Samudera Pasai dipegang oleh Sultan Mahmud Malik Al-Zahir (1326-1346). Pada masa pemerintahnnya, Kerajaan Samudera Pasai mendapat serangan dari Majapahit. Akibat serangan tersebut Sultan Malik Al-Zahir terpaska melarikan diri dari ibu kota kerajaan. Untuk beberapa waktu Kerajaan Samudera Pasai berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Selanjutnya, pada tahun 1383 di bawah pimpinan Sultan Zain Abidin Malik Al-Zahir, Kerajaan Samudera Pasai berhasil melepaskan diri dari Majaphit. Ia memerintah di Kerajaan Samudera Pasai hingga tahun 1406. Pada masa pemerintahannya, Laksamana Cheng Ho yang merupakan utuasan Dinasti Ming berkunjung ke Kerajaan Samudera Pasai.

3. Kehidupan Ekonomi

Kerejaan Samudera Pasai mengandalkan perekonomiannya pada perdagangan laut. Letaknya yang strategis di pinggi Selat Malaka menyebabkan perdagangan di Kerajaan Samudera Pasai berkembang pesat. Kondisi ini menyebabkan banyak pedagang asing dari Jawa, India, Timur Tengah, Cina yang singgah di pelabuhan Kerajaan Samudera Pasai. Komoditas perdagangan Kerajaan Samudera Pasai adalah lada, kapur barus, dan emas. Selain itu, penduduk Kerajaan Samudera Pasai menanam padi untuk memenuhi kebutuhan pokok bahan makanan. Mereka menanam padi di ladang dengan masa panen dua kali setahun. Untuk memperlancar aktivitas perdagangan, Kerajaan Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang dinamakan 'deureuham' (dirham) sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang resmi. Mata uang ini terbuat dari 70% emas murni dengan berat 0.60 gram berdiameter 10 mm dan mutu 17 karat.

4. Kehidupan Agama

Menurut catatan Marco Polo dan Ibnu Batutah, sebagian besar penduduk Kerajaan Samudera Pasai adalah pemeluk Islam bermazhab Syafii. Fakta ini memperlihatkan Kerajaan Samudera Pasai memiliki peranan yang penting sebagai pusat penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara. Kerajaan ini menyiarkan islam sampai ke MInangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, dan Thailand. Dari Kerajaan Samudera Pasai inilah kader-kader Islam dipersiapkan untuk mengembangkan Islam ke berbagai daerah.

Dalam Hikayat Petani diceritakan bahwa Kerajaan Samudera Pasai pernah mengirim ulama ke Patani (Thailand Selatan) untuk mengislamkan Raja Patani yang bernama Paya Tu Naqpa. Kerajaan Samudera Pasai juga mendirikan masjid untuk penduduk Patani. Selain Thailand, Kerajaan Samudera Pasai mengirim ulama-ulama ke Jawa. Salah satunya adalah Fatahillah yang kemudian menjadi panglima di Demak dan Penguasa di Cirebon.

5. Kehidupan Sosial Budaya

Sebagai pusat penyebaran Islam di Sumatera dan Malaka, kehidupan sosial budaya masyarakat Samudera Pasai diatur menurut hukum Islam yang memiliki kesamaan dengan daerah Arab. Oleh karena itu, Kerajaan Samudera Pasai mendapat julukan 'Serambi Mekah'. Pengaruh Islam di Kerajaan Samudera Pasai dapat dilihat pada nisan-nisan makam Raja Samudera Pasai yang dihiasi syair-syair bernuansa Islam.

Demikianlah penjelasan mengenai Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, semoga dari penjelasan di atas kita dapat lebih paham dan mengerti betapa sejarah negeri kita ini begitu kaya. Apabila ada pertanyaan berkaitan dengan pemaparan di atas, tuliskan saja melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih..

Sejarah Lengkap Kerajaan Samudera Pasai Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar