Selasa, 20 Februari 2018

Sejarah Lengkap Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak ~ Menurut sejarawan Ali Hasjmy, Kerajaan Perlak diperkirakan telah berdiri sejak tahun 840 hingga 1292. Keberadaan Kerajaan Perlak pernah dilaporkan oleh para musafir asing yang singgah di negeri tersebut. Menurut Chou Ku Fei, seorang ahli geografi Cina, pada tahun 1178 telah ada negeri orang Islam yang jaraknya 5 hari pelayaran dari Jawa. Negeri yang dimaksud adalah Kerajaan Perlak. Selanjutnya, pada tahun 1291 seorang musafir Vanesia bernama Marco Polo pernah singgah di Kerajaan Perlak. Ia menjelaskan bahwa penduduk Kerajaan Perlak sudah memeluk Islam. | Catatan Siswa

Kerajaan Perlak, Sejarah Kerajaan Perlak, Bukti Sejarah Kerajaan Perlak, Peninggalan Kerajaan Perlak, Lokasi Kerajaan Perlak, Letak Kerajaan Perlak, Wilayah Kekuasaan Kerajaan Perlak, Raja-raja Kerajaan Perlak, Berdirinya Kerajaan Perlak, Agama Kerajaan Perlak, Politik Kerajaan Perlak, Berakhirnya Kerajaan Perlak.
Sejarah Lengkap Kerajaan Perlak | www.catatansiswa.com

1. Kondisi Geografis

Kerajaan Perlak diperkirakan berada di Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Secara geografis, wilayah Kerajaan Perlak sangat strategis karena langsung berhadapan dengan selat malaka di sebelah utara. Kondisi geografis Kerajaan Perlak sangat cocok untuk bandar perdagangan. Oleh karena itu, sejak abad IX Kerajaan Perlak dapat berkembang menjadi pusat perdagangan maritim di Sumatera Utara. Pelabuhan Perlak disinggahi banyak kapal dagang dari Arab, Gujarat, dan Persia. Perkembangan Kerajaan Perlak sebagai kerajaan maritim didukung oleh kondisi topografi wilayah pedalaman yang subur.

2. Kehidupan Politik

Kerajaan Perlak didirikan oleh Sultan Aladdin Syed Maulana Abdul Aziz Shah pada tahun 840. Ia merupakan sultan yang menganut aliran Syiah. Aliran ini datang di Indonesia melalui para pedagang Gujarat, Arab, dan Persia. Pada masa pemerintahan Sulatan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888-913), aliran Suni mulai masuk di Kerajaan Perlak. Setelah ia meninggal pada tahun 913, Kerajaan Perlak mengalami pergolakan antara kaum Suni dan Syiah. Pergolakan ini dimenangkan oleh kaum Suni sehinga sultan-sultan berikutnya beraliran Suni.

Pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (1230-1267), Kerajaan Perlak melakukan politik persahabatan dengan negeri-negeri tetangga. Ia menikahkan putrinya yang bernamam Putri Ganggang Sari dengan Raja Samudera Pasai, Sultan Malik As-Saleh. Keputusannya tersebut memperlihatkan sikap cinta damai. Uapay memperluas wilayah tidak harus dilakukan dengan usaha penaklukan, teapi juga dapat dilakukan dengan cara damai melalui pernikahan.

Sultan terakhir Kerajaan Perlak adalah Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267-1292). Setelah ia meninggal, Kerajaan Perlak bersatu dengan Kerajaan Samudera Pasai yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Malik Az-Zahir, putera Sultan Malik As-Saleh.
3. Kehidupan Ekonomi

Sebagai negara yang terletak di pesisir utara Sumatera, Kerajaan Perlak mengembangkan ekonomi perdagangan maritim. Penduduk Kerajaan Perlak bergantung pada sektor perdagangan. Mereka berdagang dengan bangsa Arab, Persia, dan India. Komoditas yang diperdagangkan oleh penduduk Kerajaan Perlak sebagian besar berupa hasil pertanian, perkebunan, dan hutan. Dari sektor pertanian dan perkebunan, Kerajaan Perlak menghasilkan kayu perlak yang berkualitas. Kayu ini digunakan untuk pembuatan kapal dan bangunan.

Letak geografis yang strategis dan komoditas perdagangan yang menarik membuat Kerajaan Perlak sering dikunjungi para pedagang asing. Akibat interaksi dalam perdagangan, proses islamisasi di Kerajaan Perlak semakin berkembang pesat. Oleh karena itu, Kerajaan Perlak berkembang menjadi pusat islamisasi di Sumatera Utara.

4. Kehidupan Agama

Proses islamisasi di Kerajaan Perlak berkitan erat dengan rombongan ankoda khalifah dari Timur Tengah. Kedatangan rombongan tersebut di Kerajaan Perlak, selain untuk  berdagang juga menyebarkan agama Islam. Akibat proses Islamisasi tersebut, banyak penduduk Perlak, baik kalangan bangsawan maupun rakyat yang memeluk agam Islam. Bahkan, beberapa orang dari rombongan nahkoda khalifah, seperti Ali Bin Muhammad bin Ja'far Shidiz menikahi perempuan setempat. Dari pernikahan tersebut lahirlah raja pertama Kerajaan Perlak.

5. Kehidupan Sosial Budaya

Sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesa, masyarakat Kerajaan Perlak memiliki kehidupan sosial budaya yang berbeda dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia, yang saat itu masih bercorak Hindu dan Budha. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kerajaan Perlak sudah melaksanakan syariat Islam yang bersumber pada kitab suci Alquran dan hadist. Beberapa ajaran dengan syariat Islam yang sering digunakan masyarakat Kerajaan Perlak antara lain salat, puasa, dan zakat.

Demikianlah penjelasan mengenai Sejarah Kerajaan Perlak, semoga apa yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat. Apabila ada kesalahan baik dari segi penjelasan, penulisan, atau hanya sekedar ingin bertanya, silahkan tuliskan pertanyaan tersebut di kolom komentar di bawah. Terima kasih.

Sejarah Lengkap Kerajaan Perlak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar