Kamis, 29 Maret 2018

Sejarah Lengkap Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini telah berkembang sejak abad IV Masehi. Kberadaan Kerajaan Kutai dapat diketahui dari tujuh buah prasasti Yupa yang ditemukan di Marakaman, tepi sungai Mahakam. Nama Kerajaan Kutai diambil dari nama daerah ditemukannya ketujuh prasasti tersebut, yaitu di daerah Kutai, Kalimantan Timur. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kondisi geografi, kehidupan politik, ekonomi, agama, dan sosial-budaya dari kerajaan kutai. | Catatan Siswa

Kerajaan Kutai, Sejarah Kerajaan Kutai, Kondisi Geografis Kerajaan Kutai, Letak Kerajaan Kutai, Raja-raja Kerajaan Kutai, Peninggalan Kerajaan Kutai, Kondisi Politik Kerajaan Kutai.
Sejarah Lengkap Kerajaan Kutai | www.catatansiswa.com

1. Kondisi Geografis

Kerajaan Kutai terletak di tepi Sungai Mahakam dan berpusat di Muarakaman. Sungai Mahakam terletak di bagian tengah pulau Kalimantan dan bermuara di Selatan Makassar. Sungai Mahakam melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Aliran sungai Mahakam bagian tengah melewati dataran rendah dengan danau-danau, hutan, dan rawa.

Potensi alam yang terdapat di Sungai Mahakam sejak dulu menajdi sumber penghidupan bagi penduduk di sekitarnya. Sungai Mahakam dimanfaatkan sebagai sumber air untuk perikanan, pertanian, dan sarana transportasi. Aktivitas masyarakat ini diduga merupakan faktor penyebab munculnya Kerajaan Kutai di tepi sungai Mahakam. Pada masa kejayaannya, Kerajaan Kutai memiliki wilayah yang cukup luas mencakup hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.

BACA JUGA: Letak & Wilayah Kekuasaan Kerajaan Kutai

2. Kehidupan Politik

Raja pertama yang memerintah Kerajaan Kutai adalah Kudungga. Ia merupakan raja yang belum menganut agama Hindu. Bukti ini ditunjukkan dengan penggunaan nama Kudungga yang merupakan nama asli Indonesia. Nama Kudungga mirip dengan nama-nama Bugis, yaitu Kadungga. Oleh karena itu, para ahli memperkirakan bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh agama Hindu belum kuat.

Pada awalnya Kudungga adalah seorang kepala suku yang kuat. Akan tetapi, setelah pengaruh Hindu masuk ke Indonesia dan sistem pemerintahan kesukuan berubah menjadi kerajaan, Kudungga mendeklarasikan dirinya sebagai seorang raja. Selain itu, Kudungga memutuskan bahwa pergantian kekuasaan di Kutai harus dilakukan secara turun-menurun sebagimana sistem kerajaan pada umumnya. Setelah Kudungga wafat, ia digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman.

Aswawarman adalah raja yang cukup kuat. Pada prasasti Yupa, Aswawarman disebut Dewa Ansuman atau dewa matahari dan dipanggil sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Raja Aswawarman memiliki peranan besar atas perluasan wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai. Perluasan wilayah dilakukan dengan cara mengadakan upacara Aswamedha, yaitu upacara pelepasan kuda untuk menentukan batas wilayah kerjaan. Kuda-kuda yang dilepaskan ini diikuti oleh prajurit kerajaan yang akan menentukan wilayah kerajaan sesuai dengan sejauh mana jejak telapak kuda dapat ditemukan. Pada masa pemerintahan Aswawarman  wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Pengganti Aswawarman adalah Mulawarman. Mulawarman adalah raja terbesar Kerajaan Kutai. Pada masa pemerintahannya, Kutai mencapai puncak kejayaan. Mulawarman merupakan penganut Hindu yang taat. Ia pernah mengadakan kurban 20.000 ekor lembu untuk para brahmana di tanah suci Waprakeswara. Waprakeswara adalah tempat suci untuk memuja Dewa Syiwa. Selanjutnya, kebaikan raja Mulawarman tersebut diperingati oleh para brahmana dengan mendirikan sebuah Yupa.

3. Kehidupan Ekonomi

Perekonomian kerajaan Kutai sangat bergantung pada keberadan Sungai Mahakam. Berdasarkan beberapa bukti yang ditemukan diketahui perekonomian kerajaan kutai terletak pada sektor perdagangan, pertanian, dan peternakan. Kerajaan kutai terkenal dengan hasil hutannya seperti getah kayu meranti, damar, gaharu, rotan, batu permata, dan bulu burung yang indah. Komoditas tersebut diperdagangkan ke luar melalui pelayaran di sepanjang Sungai Mahakam. Keberadaan 20.000 ekor lembu yang dipersembahkan oleh Raja Mulawarman kepada brahmana telah menunjukkan adanya usaha perternakan yang dilakukan oleh rakyat Kutai.

4. Kehidupan Agama

Agama Hindu di kerajaan Kutai mulai berkembang pesat pada masa pemerintahan Raja Aswawarman. Agama Hindu yang berkembang di kerajaan ini adalah Hindu Syiwa. Penganut agama ini menyembah dewa Syiwa sebagai dewa tertinggi. Perkembangan agama HIndu Syiwa di kerajaan Kutai dapat dibuktikan dengan adanya tempat suci yang bernama Waprekeswara. Dalam agama Hindu, Waprekeswara adalah tempat suci untuk memuja dewa Syiwa.

5. Kehidupan Sosial Budaya

Agama Hindu telah membawa pengaruh besar bagi kehidupan sosila masyarakati Kutai. Sebagai agama resmi kerajaan, Agama Hindu menajdi pegangan hidup bagi para penganutnya. Penganut Hindu di Kerajaan Kutai mulai menerapkan sistem kasta dalam kehidupan sosial. Akan tetapi, sistem kasta yang diterapkan di Kutai tidak seketat di India. 

Agama Hindu di Kerajaan Kutai mengalami akulturasi dengan kebudayaan lokal. Akulturasi ini terlihat dari keberadaan yupa pada setiap upacara kurban. Yupa adalah tugu batu yang digunakan untuk mengikat hewan kurban. Yupa merupakan wujud akulturasi antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan megalitikum berbentuk menhir. Menhir biasa diguanakn sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Akulturasi budaya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia bersikap aktif dalam menerima unsur-unsur budaya asing.

BACA JUGA: Raja-raja Kerajaan Kutai

Sebagaimana dijelaskan di atas, Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang bercorak hindu tertua di Indonesia. Keberadaannya patut kita ketahui agar kita lebih tau tentang sejarah nusantara. Demikianlah penjelasan lengkap mengenai sejarah Kerajaan Kutai. Semoga apa yang telah dijelaskan di atas bisa berguna bagi yang membaca. Terima kasih..

Sejarah Lengkap Kerajaan Kutai Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar