Kamis, 22 Februari 2018

Sejarah Lengkap Kerajaan Demak

Kerajaan Demak ~ Di tengah kemunduran Kerajaan Majapahit pada akhir abad XIV, sejumlah kota pelabuhan pesisir utara Jawa berkembang sebagai pusat penyebaran agama Islam, salah satunya adalah Demak. Demak kemudian berkembang menjadi salah satu kerajaan Islam besar di Jawa. | Catatan Siswa

Kerajaan Demak, Sejarah Kerajaan Demak, Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak, Bukti Sejarah Kerajaan Demak, Raja-raja Kerajaan Demak, Wilayah Kerajaan Demak, Letak Kerajaan Demak, Lokasi Kerajaan Demak, Masa Kejayaan Kerajaan Demak, Runtuhnya Kerajaan Demak, Keadaan Politik Kerajaan Demak
Sejarah Lengkap Kerajaan Demak | www.catatansiswa.com

1. Kondisi Geografis

Kerajaan Demak terletak di pesisir utara Jawa Tengah. Lingkungan alam Demak cukup subur dan cocok untuk pertanian. Keberadaan Kali Tuntang, Kali Buyaran, dan Kali Serang memengaruhi perkembangan pertanian di Demak. Selain digunakan untuk irigiasi pertanian sawah, ketiga sungai tersebut juga menyuburkan tanah pertanian dengan sedimen lumpur yang subur. Wilayah Demak pedalaman yang subur menyediakan hasil pertanian melimpah. Sementara itu, wialayah pesisir digunakan sebagai pelabuhan dagang. pada awal XVI pelabuhan Demak berkembang sebagai pusat perdagangan internasional di wilayah pantai utara Jawa. Oleh karena itu, Demak dapat berkembang menjadi kerajaan besar.

2. Kehidupan Politik

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada awal abad XVI. Raden Patah merupakan keturunan Raja Majapahit, dari pasangan Brawijaya V dan Putri Campa. Raden Patah berkuasa pada tahun 1500-1518. Sepeninggal Raden Patah, Kerajaan Demak dipimpin oleh Pati Unus. Ia sangat terinspirasi oleh Gajah Mada untuk menjadikan Kerajaan Demak sebagai kerajaan maritim terbesar di Indonesia seperti Majapahit. Oleh karena itu, Pati Unus membangun angkatan laut yang kuat. Dengan angkatan laut tersebut Pati Unus pernah menyerang Malaka yang dikuasi oleh Portugis. Penyerangan itu dilakukan karena keberadaan Portugis di Malak telah merugikan perdagangan Demak secara umum.

Demak mencapai kejayaanya pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521-1546). Pada saat itu wialyah Kerajaan Demak meliputi sebagian besar pesisir utara Jawa. Bahkan kekuasaan Kerajaan Demak meluas ke Sukadana (Kaliamantan Barat), Palembang, Jambi, dan Banjar (Kalimantan Selatan). Setelah Sultan Trenggono wafat pada tahun 1546, Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran. Demak dilanda perang saudara antara Pangeran Prawoto (putra Sultan Trenggono) dan Arya Panangsang (keturunan Pangeran Sekar Sedo Lepen, adik Sultan Trenggono). Dalam perselisihan itu Arya Penangsang berhasil membunuh Pangeran Prawoto. Akan tetapi, Arya Penangsang kemudian berhasil dibunuh oleh Hadiwijaya (Joko Tingkir) dari Pajang. Hadiwijaya adalah menantu Sultan Trenggono. Ia berhasil merebut takhta Kerajaan Demak dari Arya Penangsang dan memindahkan ibu kota Kerajaan Demak ke Pajang.

3. Kehidupan Ekonomi

Pereonomian Kerajaan Demak menitikberatkan pada perdagangan, maritim, dan agraris. Sebagai kerajaan yang terletak di pesisir, perdagangan Kerajaan Demak mengalami perkembangan pesat. Pelabuhan Demak berkembang menjadi pelabuhan transit yang menghubungkan perdagangan internasional antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Sebagai pelabuhan perantara, Demak sering dikunjungi pedagang-pedagang asing yang inign membeli rempah-rempah dari Maluku. Selain sektor perdagangan maritim Demak mengembangkan sektor agraris. Kondisi wilayah pedalaman yang subur mendorong perkembangan pertanian sawah. Beras menjadi salah satu komoditas dagang Demak yang diunggulkan dari sektor agraris.

4. Kehidupan Agama

Kerajaan Demak merupakan pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa. Demak memiliki dewan dakwan yang disebut Wali Sanga. Dewan ini beranggotakan sembilan ulama besar yang terkenal dan dihormati. Kesembilan ulama tersebut adalah Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Drajat, dan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Para wali tersebut memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka mendirikan masjid Agung Demak sebagai pusat dakwah di Jawa. Selain sebagai tempat ibadah, masjid Agung Demak sering digunakan sebagai tempat bersidang para wali (ulama) untuk membahas berbagai permasalahan agama dan negara. Wali Sanga juga memiliki peran sebagai penasihat Kerajaan Demak.

5. Kehidupan Sosial Budaya

Perkembangan agama Islam di Demak secara otomatis memengaruhi kehidupan sosial masyarakatnnya yang sebagian besar adalah pemeluk Islam. Dalam kehidupan sehari-hari agama Islam di Demak berakulturasi dengan tradisi masyarakat Jawa, seperti upacara selamatan dan yasinan. Pada masa Kerajaan Demak, Sunan Kalijaga meletakan dasar-dasar tradisi skaten yang sekarang masih berlangsung di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon. Oleh karena itu, tradisi agama Islam di Demak berbeda dengan tradisi Islam di Arab. Masjid Demak juga memiliki bentuk unik. Bangunan Jawa yang dipadukan dengan budaya Hindu-Buddha. Dengan demikian, masyarakat Jawa di Demak telah mampu memadukan kebudayaan Islam dan kebudayaan lama (lokal dan Hindu-Buddha) menjadi kebudayaan baru yang bisa diterima oleh masyarakat. 

Itulah penjelasan mengenai sejarah Kerajaan Demak, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Apabila dari penjelasan di atas terdapat suatu kesalahan baik berupa penulisan maupun isi, silahkan tuliskan saja di kolom komentar di bawah agar kami bisa perbaiki dengan segera. Terima kasih atas perhatiannya. 

Sejarah Lengkap Kerajaan Demak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar