Selasa, 20 Februari 2018

Proses & Faktor Pendorong Penyebaran Islam di Indonesia

Penyebaran Islam ~ Awalnya Islam berkembang di daerah pesisir. Setelah Islam dipeluk oleh penduduk pesisir Indonesia, agama dan budaya Islam berkembang di hampir seluruh wilayah Indonesia. Perkembangan Islam tidak terjadi secara spontan, namun melalui proses yang damai, responsif, dan proaktif. Karena itu, masyarakat Indonesia mudah tertarik dengan agama dan budaya Islam.

Islam adalah agama damai. Oleh karena itu, diseminasi dilakukan secara damai dan menghindari jalan kekerasan. Dengan demikian, pandangan bahwa Islam disebarkan melalui perang tidak benar. Penyebaran Islam di Indonesia dilakukan dengan cara sebagai berikut: | Catatan Siswa

Kerajaan Islam di Indonesia, Proses Penyebaran Islam di Indonesia, Teori Masuknya Islam di Indonesia, Faktor Pendorong Penyebaran Islam di Indonesia,
Proses & Faktor Pendorong Penyebaran Islam di Indonesia | www.catatansiswa.com

1. Perdagangan

Pedagang Arab, Gujarati dan Persia memainkan peran penting dalam Islamisasi di Indonesia. Mereka berdagang di berbagai wilayah di Indonesia sambil menyebarkan agama dan budaya Islam di tempat-tempat yang mereka kunjungi. Proses ini dilakukan untuk memperkuat hubungan perdagangan yang terjalin dengan negara lain. Interaksi antara pedagang dan penduduk lokal menyebabkan pedagang dan orang Indonesia memeluk Islam. Pedagang Indonesia dan orang-orang yang telah memeluk Islam kemudian menyebarkan Islam kepada orang-orang di sekitarnya.

Berangsur-angsur agama dan budaya Islam menyebar dari pedagang Arab, Gujarati dan Persia ke pedagang dan masyarakat di Indonesia. Proses islamisasi melalui perdagangan sangat menguntungkan dan efektif daripada cara lain. Keefektifan ini disebabkan tidak hanya pada kelas bawah yang terlibat dalam perdagangan, tapi juga untuk kelas atas seperti bangsawan dan raja. Keadaan ini ditopang oleh jalur perdagangan yang semakin ramai antara Selat Malaka, Jawa dan Maluku. Jalur ini menjadi pusat perdagangan di sepanjang pesisir Pulau Sumatera dan Malaka.
2. Pernikahan

Pedagang Islam menetap di suatu wilayah untuk waktu yang lama. Mereka biasanya tinggal di daerah selama bertahun-tahun. Tujuannya adalah untuk berdagang, mengambil stok, atau menunggu angin timur melanjutkan perjalanan.

Hubungan baik kadang dilanjutkan dengan pernikahan antara perempuan pribumi dan pemandu islam. Wanita Indonesia yang menikah dengan pedagang Islam biasanya berasal dari kalangan bangsawan. Melalui pernikahan ini lahir generasi baru umat Islam. Sedikit demi sedikit, mulai membentuk masyarakat Muslim dengan adat istiadat Islam.

3. Politik

Raja memiliki peran besar dalam proses islamisasi di Indonesia. Ketiak raja memeluk Islam, umatnya akan mengikuti karena orang-orang memiliki kepatuhan tinggi terhadap raja. Seorang raja selalu menjadi teladan, bahkan menjadi teladan bagi bangsanya. Apapun perintah Raja, harus dipatuhi oleh bangsanya.

Setelah agama Islam diterima di kerajaan, kepentingan politik selanjutnya dilaksanakan melalui perluasan wilayah. Beberapa kerajaan Islam memperluas wilayahnya ke kerajaan lain. Meskipun penaklukan suatu wilayah oleh kerajaan Islam dilakukan dengan cara perang, penguasa Islam tetap tidak toleran terhadap pengikut agama lain dan tidak memaksakan Islam sebagai agama kerajaan yang ditaklukkan. Inilah salah satu faktor yang memfasilitasi perluasan pemerintahan Islam.

4. Pendidikan

Pendidikan menyebarkan Islam dilakukan melalui pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang mendidik santrinya belajar Islam. Materi pembelajaran di pesantren berasal dari buku kuning Timur Tengah yang ditulis pada abad VII-VIII Masehi. Materi yang diajarkan dilengkapi dengan fiqh dan monoteisme. Saat belajar di pesantren santri belajar dengan disiplin, sehingga bisa menguasai ilmu dan keterampilan yang telah dilakukan, terutama ilmu agama.

5. Seni

Saat Islam masuk, budaya masyarakat Indonesia masih dipengaruhi oleh keyakinan sebelumnya. Budaya berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Budaya menjadi media yang ampuh untuk menyebarkan ajaran Islam. Budaya periode pra-Islam tidak berubah oleh penyair Islam. Seni berlanjut dan digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Misalnya dengan menggelar pertunjukan seni gamelan, para ulama mengajak masyarakat berkumpul agar ulama bisa berkotbah di masyarakat. Selain gamelan, seni lain yang secara efektif digunakan untuk menyebarkan Islam adalah wayang. Sunan Kalijaga adalah sosok yang terampil dalam melakukan wayang.

6. Tasawuf

Kata tasawuf berasal dari kata suf yang berarti wol (bulu domba). Istilah ini terjadi karena para ahli tasawuf biasanya mengenakan pakaian dari bulu domba. Permainan ini menjadi simbol orang yang sederhana, tulus, dan patuh untuk menyembah Tuhan. Orang-orang yang menjalankan kehidupan tasawuf disebut Sufi.

Unsur mistik dalam tasawuf bukanlah ajaran asli Islam, melainkan suatu bentuk perpaduan dengan budaya lokal. Perpaduan dua budaya tanpa kehilangan unsur asli budaya disebut akulturasi budaya. Akulturasi budaya perlu dilakukan untuk mengatasi keragaman budaya di masyarakat. Komunitas berinteraksi untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya yang dianggap penting untuk dipertahankan dan dikembangkan. Akulturasi budaya ini membuat Tasawuf diterima orang Indonesia.

Dengan berbagai cara di atas, Islam mudah diterima dan berkembang pesat di Indonesia sejak abad XIII Masehi. Penyebaran Islam didukung oleh berbagai faktor lainnya, seperti:

  1. Islam tidak mengenal sistem kasta.
  2. Penyebaran Islam dilakukan secara damai.
  3. Islam terbuka.
  4. Upacara atau ibadah islam dilakukan secara sederhana.
  5. Cara penyebaran Islam disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia.
  6. Syarat masuk Islam itu mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat shahadah.
  7. Menurunnya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sebagai kerajaan Hindu-Budha yang besar di Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengenai Proses penyebaran Islam di Indonesia. Semoga dari penjelasan di atas kita lebih paham lagi tentang peristiwa sejarah yang terjadi di negara kita, Indonesia. Apabila ada pertanyaan berkaitan dengan pemaparan di atas, kamu bisa menuliskannya di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih..

Proses & Faktor Pendorong Penyebaran Islam di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar