Selasa, 20 Februari 2018

4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Masuknya Islam ke Indonesia ~ Teori yang menjelaskan bagaimana Islam masuk ke Indonesia menjadi perdebatan diantara para ahli sejarah. Sampai sekarang, ada 4 teori kuat yang dianggap mampu menjelaskan bagimana islam masuk ke Indonesia. Ke-4 teori terseubt adalah Teori Gujarat, Persia, Arab, dan Cina. Walaupun ada beragam teori yang berkembang, kita dapat tarik satu persamaan bahwa Islam masuk melalui jalur perdagangan (damai) bukan melalui perang atau paksaan. Nah, Pada kesempatan kali ini Catatan Siswa akan menghadirkan penjelasan mengenai teori-teori masuknya islam yang mencakup Teori Gujarat, Teori Persia, Teori Arab, dan Teori Cina.

Sejarah, Masuknya Islam ke Indonesia, Teori Masuknya Islam ke Indonesia, Teori Gujarat, Teori Persia, Teori Arab, Teori Cina, Kelebihan Teori Gujarat, Kekurangan Teori Gujarat.
4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia | www.catatansiswa.com

1. Teori Gujarat

Gujarat adalah daerah yang sekarang berada di negara India. Wilayah Gujarat di India dianggap sebagai asal mula Islam di Indonesia. Teori Gujarati menjelaskan bahwa Islam masuk di Indonesia pada abad XIII di bawah pedagang dari Gujarat (India). Toeri Gujarat pertama kali diciptakan oleh J. Pijnapel. Teori Gujarati mendapat dukungan dari beberapa tokoh seperti Snouck Hurgronie, J. Pijnapel, W.F Stutterheim, dan Sucipto Wirjosuparto. Menurut J. Pijnapel, orang-orang Arab di sekolah Syafii telah menetap di Gujarat dan Malabar sejak tahun VII AD. Penyebaran Islam di Indonesia tidak langsung dilakukan oleh para pedagog Arab, namun oleh pedagang Gujarat yang telah memeluk Isalm, maka berdagang di Indonesia.

Snouck Hurgronje menjelaskan bahwa Islam memasuki Indonesia dari kota-kota di benua India seperti Gujarat, Bengali dan Malabar karena Islam pertama kali berkembang di kota-kota tersebut. Dalam bukunya yang berjudul L arabie et Les Indes Neerlandaises, Snouck Hugronje menjelaskan bahwa teori Gujarati didasarkan pada peran orang-orang Gujarat yang telah membuka hubungan dengan orang-orang Indonesia sebelum orang-orang Arab.

Sedangkan untuk Sucipto Wiryosuparto, toeri Gujarat didasarkan pada bukit berikut.
  • Makam nisan Sultan Malik As-Saleh dan Maulana Malik Ibrahim memiliki kesamaan dengan pola yang ada di Gujarat.
  • Hubungan dagang antara Indonesia dan India telah terjalin, melalui jalur perdagangan antara Indonesia-Cambay-Central-Europe.


Dalam perkembangannya, teori Gujarat ditolak oleh banyak ahli. Bukti yang lebih akurat seperti berita Arab, Perisa, Turki, dan Indonesia memperkuat anggapan bahwa Islam memasuki Indonesia tidak berada di bawah Gujaras. Sejarawan Azyumardi Axra menjelaskan bahwa Gujarat dan kota-kota di benua India hanyalah persinggahan bagi pedagang Arab sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke Asia Tenggara dan Asia Timur. Selain itu, pada abad XII-XIII wilayah Gujarat masih dikendalikan oleh pengaruh Hindu yang kuat.

2. Teori Persia

Pada saat ini Persia mengarah ke wilayah negara Iran. Menurut Teori Persia, Islam di Indonesia berasal dari Persia. Pencetus toeri ini adalah Hoesein Djajadiningkrat dan Oemar Amir Hussein. Argumen Hoesein Djajadiningrat didasarkan pada bukit sebagai berikut:
  • Kesamaan budaya dan tradisi berkembang antara Persia dan masyarakat Indonesia. Tradisi ini termasuk tradisi perayaan 10 Muharam atau Asyuro sebagai ikhwan suci Syi'ah pada saat kematian Husayn ibn Ali, cucu Nabi Muhammad dan tradisi Tabot yang berkembang di Bengkulu.
  • Ajaran Sufi Wihdatul Wujud Sheikh Siti Jenar dari Jawa Tengah memiliki kesamaan dengan ajaran sufi Al-Hallaj dari Persia.
  • Kesamaan seni kaligrafi diukir di batu nisan makam Islam di Indonesia dengan makam di Persia.
  • Penggunaan gelar kepada raja-raja Islam di Indonesia.


Bukti yang disampaikan oleh Hoesein Dajadiningrat didukung oleh Oemar AMIR Husein dengan menghadirkan bukti tambahan sebagai berikut.
  • Di Persia ada suku Leran. Kemungkinan besar suku Learn berasal dari Jawa. Kemungkinan ini didukung oleh sebuah desa bernama Leran yang berada di Jawa Timur.
  • Di Persia ada suku Jawi. Suku Jawi diduga mengajarkan huruf Arab di Jawa. Huruf Arab disebut huruf Arab Pegon dan sering digunakan dalam teks kuno selama kerajaan Islam.


3. Toeri Mekah

Teori Mekkah muncul sebagai sanggahan dari teori Persia dan Gujarati. Toeri Mekkah menyatakan bahwa Islam masuk di Indonesia pada abad VII Masehi dan berasal langsung dari Mekah dan Madinah (Arab). Artinya, menurut teori ini masuknya Islam di Indonesia pada awal abad Hijirah, bahkan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup. Pendukung teori Mekah adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Ahmad Mansyur Suryanegara, A.H. Johns, dan T.W. Arnold. Hamka mendasarkan pendapatnya pada perbukitan berikut:

  • Catatan Ibn Batutah yang menjelaskan bahwa Raja Samudera Pasai menganut mazhab pemikiran Syafii. Majhab Syafii adalah majhab terbesar di Mesir dan Arab. Jika Islam yang berkembang di Indonesia berasal dari Persia, tentu sebagian besar penduduk Indonesia memeluk Syiah. Di sisi lain, jika Islam di Indonesia berasal dari Gujarat (India), majhab yang digunakan oleh penduduk Indonesia harus menjadi Majhab Hanafi seperti masyarakat India.
  • Raja-raja Samudera Pasai menggunakan gelar Al-Malik yang biasa digunakan oleh raja-raja Mesir.


Poin Hamka ini memiliki beberapa kesamaan dengan teori sufi yang diungkapkan oleh A.H. Johns. Dalam teori Mekah, A.H. Johns menjelaskan bahwa islamisasi di Indonesia ditegakkan oleh para pedagang. Kaum sufi Arab biasanya berkeliaran dari satu tempat ke tempat lain untuk mendirikan perkampungan terdekat. Argumen ini didasarkan pada penggunaan aliran pemikiran Syafii oleh kebanyakan orang Indonesia. Majhab Syafii adalah majhab Muslim Arab terbesar. Adapaun T.W. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam menjelaskan bahwa pada abad VII Masehi di pantai barat Sumatera ada komunitas muslim teridi atas pedang Arab. Komunitas ini terbentuk karena beberapa silsilah Arab menikahi perempuan setempat. Islam kemudian menyebar ke Jawa pada abad XI Masehi. Penyebaran ini dibuktikan dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun di Laren, Gresik, Jawa Timur.

4. Teori Cina

Teori Cina menyatakan bahwa proses kedatangan Islam di Indonesia berasal dari kuil-kuil Cina. Orang Tionghoa telah berhubungan dengan orang Indonesia jauh sebelum Isalm dikenal di Indonesia. Dalam periode Hindu-Budha orang Tionghoa telah berbaur dengan penduduk Indonesia, terutama melalui kontak perdagangan. Bahkan ajaran Islam telah sampai di China pada abad VII Masehi karena Islam berkembang. Sumanto AL-Qutuby dalam bukunya The Chinese-Islamic-Javanese Stream menyatakan bahwa pada abad VII Masehi, di wilayah Kanton Zhang-Zhao, Quanzhou, dan perbatasan Cina selatan terdapat sejumlah permukiman Islam.

Teori Cina ini juga terlihat dari beberapa sumber, baik di luar negeri maupun lokal dapat diterima. Bahkan, menurut sejumlah sumber lokal, tertulis bahwa raja Muslim pertama di Demak, Raden Patah, keturunan Tionghoa. Fakta ini karena Ibu Raden Patah berasal dari Campa, Cina selatan.

Setiap teori memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Tidak ada kepastian mutlak dari teori terseubt. Azyumardi Azra menjelaskan bahwa Islam masuk di Indonesia dalam kompleksitas, artinya tidak berasal dari suatu tempat, peran kelompok tunggal, dan tidak pada saat bersamaan. Para ahli memiliki dasar yang kuat dalam setiap teori yang mereka ajukan. Mereka tidak memilah-milah teori masing-masing yang terpapar pakar lainnya. Mereka toleran dan saling hormat.

Demikianlah penjelasan mengenai Teori Masuknya Islam ke Indonesia, semoga dari membaca pemaparan di atas, kita dapat lebih mengerti tentang asal-usul atau awal masuknya Islam ke Indonesia. Apabila ada pertanyaan berkaitan dengan penjelasan di atas, teman-teman bisa layangkan melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih...

4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aleesya Fathoni

0 komentar:

Posting Komentar